Apa itu Content Security Policy (CSP)?
Anti-XSS
CSP adalah lapisan pertahanan utama yang mencegah serangan Cross-Site Scripting (XSS) dengan membatasi dari mana script boleh dimuat.
Kontrol Sumber
Anda bisa menentukan secara spesifik domain mana yang boleh memuat gambar, font, atau melakukan koneksi API ke website Anda.
Mitigasi Injection
Mencegah serangan Packet Sniffing dan Data Injection dengan memblokir konten yang tidak dikenal atau mixed-content (HTTP di HTTPS).
Panduan Directive Penting
- default-srcDirective cadangan. Jika directive lain (seperti image-src) tidak diatur, browser akan mengikuti aturan ini. Sebaiknya set ke
'self'. - script-srcPaling krusial untuk XSS. Mengontrol file JavaScript `.js`. Jangan gunakan
'unsafe-inline'kecuali Anda mengerti risikonya. - object-srcMengontrol plugin seperti Flash, Java Applet. Praktik keamanan modern menyarankan untuk selalu set ini ke
'none'.
FAQ CSP
Apa bedanya Header dan Meta Tag?
HTTP Header lebih kuat dan disarankan karena mendukung semua directive (termasuk report-uri). Meta Tag lebih mudah dipasang (cukup edit HTML) tetapi fiturnya terbatas.
Apa itu 'unsafe-inline'?
Ini mengizinkan script yang ditulis langsung di HTML (<script>...</script>) atau event handler (onclick=...). Ini celah keamanan besar bagi XSS.
Bagaimana cara debug CSP?
Gunakan Console di Developer Tools browser Anda (F12). Browser akan menampilkan error merah jika ada resource yang diblokir oleh CSP.
AllTools CSP Generator adalah alat keamanan web gratis. Buat Content Security Policy, cegah XSS Cross Site Scripting, amankan Nginx/Apache, dan optimalkan header keamanan website.